Ulos Batak Dari Sumatera Utara
Ulos atau sering juga disebut kain ulos adalah salah satu busana khas Indonesia. Ulos secara turun temurun dikembangkan oleh masyarakat Batak, Sumatera.
IKAN BATAK (Neolissochillus Thienemanni sumatranus)
Dari 350 jenis biota air yang tercantum dalam "The 2000 IUCN Redlist of the Threatened Species" (IUCN 2001) dapat diidentifrkasi 14 jenis ikan air tawar Sumatra yang terancam punah, dan 7 jenis diantaranya (50%) termasuk ikan endemic Sumatra. Salah satunya adalah IKAN BATAK (IHAN) Neolissochillus Thienemanni sumatranus yang hanya ada di Danau Toba- Sumatera Utara,. Danau Toba banyak menyimpan spesies endemik yang sangat beragam. Terutama berupa ikan Batak (ihan), spesies Neolissochillus Thienemanni yang hanya ada di Danau Toba
This is featured post 3 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.
Saturday, 19 May 2012
Mengapa Wanita juga Mempermainkan Pria?
Thursday, 10 May 2012
9 Nilai Budaya yg Utama pada Orang Batak Toba
Asal Muasal Tuak Bagot, Dari Air Mata Gadis Rupawan
Menurut cerita, tuak bagot lebih dulu ada dari tuak kelapa. Rasanya pun tidaklah sama. Kalau tuak kelapa rasanya lebih manis dan kadar alkoholnya lebih tinggi dibanding tuak bagot. Sedang tuak bagot bagot rasanya agak asam, kadar alkoholnya lebih rendah. Kebanyakan kedai tuak lebih suka menjual tuak bagot, karena peminatnya juga lebih banyak. Selain itu tuak bagot juga dianggap mujur untuk memperlancar air susu ibu yang baru melahirkan. Itu sebabnya ibu yang baru melahirkan terutama di desa selalu dianjurkan minum tuak, agar "tarusnya" deras sehingga bayinya tidak merasa kekurangan minum.
Mungkin pula bisa dipercaya bisa tidak, hal itu ada hubungannya dengan kisah terjadinya tuak bagot, konon bermula dari airmata seorang gadis rupawan yang mengorbankan dirinya menjelma menjadi sebatang pohon enau (bagot) untuk membebaskan ayahnya dari belenggu hutang. Syahdan, dahulu kala di sebuah perkampungan di pinggiran Danau Toba tersebutlah seorang anak lelaki tua hidup berdua dengan anak gadisnya yang berwajah rupawan (cantik). Lelaki tua itu bernama Jalotua, dan anak gadisnya bernama Pitta Bargot Nauli. Ada pun Jalotua sudah lama menduda sejak kematian isterinya tatkala Pitta Bargot berusia dua tahun. Hidup mereka sangatlah sengsara karena kemiskinan. Kalaupun mereka mengusahai secuil tanah, itu hanya dapat menghidupi mereka untuk jangka waktu tidak lama.
Kesusahan bagi Jalotua dan anak gadisnya datang silih berganti. Apalagi ketika suatu ketika si Pitta Bargot jatuh sakit, bertambahlah kesusahan hati lelaki itu. sudah hidup sulit, datang lagi penyakit menimpa anak tercinta. Pikir punya pikir, akhirnya Jalotua pergi menjumpai orang kaya di kampung itu minta pinjaman uang untuk biaya mengobati anaknya. Tentu saja Jalotua tidak mempunyai borg (jaminan) kecuali sebidang tanah yang mereka usahai selama ini.
Suatu malam, Pitta Bargot berkata pada ayahnya: "Hidup kita terus menerus susah. Aku pikir kita perlu mengadakan suatu acara margondang sambil berdoa kepada Mulajadi Nabolon, siapa tahu nasib kita bisa berobah".
Tapi ayahnya menjawab: "Bagaimanalah mungkin itu boru, biaya untuk margondang itu cukup besar, apa daya kita. Kalau kita mau pinjam uang pun apa jaminannya nanti, sedang untuk makan pun kita sulit".
Mendengar ucapan ayahnya itu, Pitta Bargot berkata : "Kalau itu persoalannya, aku bersedia amang berikan sebagai jaminan. Mungkin orang kaya itu mau memberikan uangnya kita pinjam. Mulanya Jalotua tak tega menuruti usul putrinya itu, tapi karena Pitta Bargot mendesak, akhirnya jadi juga anak gadisnya itu ditawarkan kepada orang kaya itu untuk dijadikan "barang" jaminan.
Kemudian berangkatlah keduanya ke rumah orang kaya tersebut. Setelah hal itu diberitahu, si orang kaya ternyata setuju memberikan pinjaman dengan Pitta Bargot sebagai jaminan. Orang kaya itu berpikir, kalau pun nanti Jalotua tidak mampu mengembalikan uang pinjamannya maka sesuai dengan perjanjian, si Pitta Bargot yang cantik itu jadi miliknya dan nanti bisa dijadikan istri kelima. Setelah uang itu diberikan kepada Jalotua,maka Pitta Bargot pun tinggallah sementara di rumah orang kaya itu.
Berangkatlah si Jalotua membawa uang pinjamannya, mencari pargonsi (grup gondang sabangunan) sesuai saran anak gadisnya. Setelah pemusik gondang sudah ditemukan, dan hari pelaksanaannya ditentukan, si Jalotua pun menjumpai anak gadisnya di rumah si orang kaya memberitahu rencana tersebut.
Pitta Bargot kemudian menjumpai si orang kaya meminta izin agar diperkenankan ikut dalam pesta gondang pada hari yang ditentukan ayahnya. Tapi Pitta Bargot juga bertanya : "Bagaimanakah sekiranya penyakitku kambuh saat pesta berlangsung, lalu aku mati di sana, apakah kami juga membayar hutang yang dipinjam damang?".
Si orang kaya menjawab : "Baiklah, kau boleh pergi menghadiri pesta itu. tapi setelah pesta selesai, kembalilah ke sini. Tentang kematian yang kau sebut, itu adalah takdir setiap manusia kalau sudah waktunya. Kalau memang kau meninggal saat pesta gondang itu, ayahmu tak perlu membayar hutang-hutangnya".
Pitta Bargot lalu menceritakan hal itu pada ayahnya. Tapi dalam hatinya sudah ada pikiran tertentu, bahwa orang kaya itu ingin memiliki menjadi istri. Pitta Bargot tidak percaya dengan ucapan orang kaya itu. Dia juga kasihan ayahnya tak sanggup membayar hutangnya setelah pesta selesai. Pitta Bargot pun martonggo (memohon) kepada Mulajadi Na Bolon agar ia dijadikan menjadi sesuatu yang nantinya bisa membebaskan ayahnya dari kesusahan. Saat itu Pitta Bargot telah merasakan bahwa keinginannya akan dikabulkan, sesuai dengan mimpinya. Berkatalah Pitta Bargot kepada ayahnya : "Amang, janganlah bersedih bila ini kukatakan. Kalau aku mati nanti di pesta gondang itu, itu adalah berkat bagi kehidupan dan kebahagiaanmu. Tapi ingatlah amang, setelah aku mati, janganlah mayatku dikubur, karena aku nanti akan berubah menjadi sebatang pohon yang tumbuh di atas tanah yang bisa amang saksikan sepanjang masa. Kalau amang membuat rumah nanti, ambillah rambutku menjadi atapnya, dan tanganku bisa dijadikan tiang-tiang dan urur. Kalau badanku, amang ambillah untuk papan lantai atau dinding. Dan kalau amang tak punya uang, pukulilah bagian mataku, agar air mataku keluar. Tampunglah airmata itu, karena nanti itu bisa dijual menjadi minuman yang disukai banyak orang".
Mendengar hal itu, ayahnya sangat sedih. Pendek cerita gondang pun diadakan di halaman rumahnya. Saat pesta sudah berlangsung dan musik gondang terdengar tiga putaran, si Pitta Bargot mendadak kesurupan. Saat gondang dibunyikan untuk ke tujuh kalinya, Pita Bargot kejang-kejang, dan tak lama kemudian kedua kakinya melesak ke dalam tanah. Yang lebih menggemparkan, sekonyong-konyong seluruh tubuhnya berubah sedikit demi sedikit menjadi sebatang pohon yang makin lama makin besar, lengkap dengan daun-daun sebagaimana halnya sebatang pohon hidup. Seluruh hadirin yang ada di pesta itu terkejut dan berhamburan kesana-kemari, karena peristiwa seperti itu belum pernah terjadi.
Sejak itu pohon itu diberi nama "bagot", yang diambil dari nama Pitta Bargot. Pohon itu berurat ke bawah, berdaun ke atas. Lama-lama tumbuh pula "mata" pohon yang disebut juga arirang. Setelah tiba saatnya Jalotua memukuli bagian mata pohon itu seperti dipesankan putrinya. Air yang keluar deras dari air mata bagot itu kemudian dinamakan tuak. Sejak itu Jalotua menjualnya kepada orang-orang sekampung, yang lama kelamaan menyebar ke berbagai penjuru. Pohon bagot itu pun beranak pinak, tumbuh di berbagai tempat, dan memberi kehidupan pula bagi orang lain.
Kemudian Jalotua pun mendirikan rumahnya. Semua perlengkapan untuk rumah tak ada yang dibeli, tapi dimanfaatkan dari pohon bagot seperti pesan Pitta bargot. Mulai dari ijuk, batang, sampai lidi menjadi benda yang bermanfaat untuk manusia.
Tuesday, 1 May 2012
10 Keunikan Mata Manusia
Jika Anda membaca artikel ini dan berada di bawah 40 tahun dengan visibilitas yang sempurna, saya dapat mengatakan dengan kepastian yang mutlak bahwa Anda akan memerlukan kacamata baca di saat-saat tertentu di masa depan. Sekitar 99% dari penduduk dunia, usia pertama kali Anda akan mulai membutuhkan kacamata baca adalah antara 43 dan 50 tahun. Hal ini karena lensa mata Anda secara bertahap kehilangan kemampuan mereka untuk fokus seiring bertambahnya usia. Untuk focus melihat benda2 yg jaraknya dekat lensa mata Anda telah berubah bentuk dari bentuk flat ke bentuk yg lebih bulat sehingga akan kehilangan kemampuan untuk melakukan hal ini ketika Anda beranjak lebih tua.
Di belakang pupil mata terdapat sebuah lensa alami yang yang berfungsi untuk memfokuskan pandangan pada objek yang Anda lihat. Luangkan waktu sebentar untuk melihat ke sekeliling ruangan dan berpikir tentang berapa banyak jarak benda yang berbeda yang Anda fokuskan. Setiap kali Anda melakukan ini, lensa di mata Anda segera mengubah fokus tanpa Anda menyadarinya! Bandingkan dengan lensa kamera yang mengambil beberapa detik untuk jarak dan fokus yang berbeda antara satu sama lain.
Pada usia 7 tahun mata kita telah berkembang sempurna dan secara fisiologis telah mirip dengan mata orang dewasa. Hal tersebut dapat dijadikan sebagai alasan yg penting untuk menyembuhkan “mata malas” (=adalah suatu keadaan dimana tajam penglihatan tidak dapat optimal tanpa adanya kelainan organik ) sebelum kita mencapai umur ini. Semakin awal “mata malas” didiagnosis maka semakin besar kesempatan untuk menyembuhkannya, karena mata masih berkembang dan masih dapat berubah dalam penglihatan. Setelah usia 7 tahun tidak ada perawatan yg mampu mengubah penglihatan mata.
Berkedip merupakan fungsi mata yg semi disengaja, ini berarti bahwa berkedip tidak hanya dilakukan secara otomatis, tetapi orang juga dapat memaksa untuk berkedip bila diperlukan. Mata berkedip kira-kira 15.000 kali per hari .Berkedip adalah fungsi yang sangat penting dari mata Anda karena membantu menghilangkan kotoran pada permukaan mata Anda, dengan menyebarkan air mata segar di atasnya. Air mata ini membantu untuk menyehatkan mata Anda dengan oksigen dan juga memiliki sifat anti-bakteri. Anda dapat mengasumsikan fungsi berkedip mirip dengan fungsi wiper pada mobil anda, membersihkan dan menghapus segala sesuatu untuk membuat Anda melihat dengan jelas.
Orang tidak menyadari bahwa katarak merupakan sebuah konsekuensi normal ketika mencapai usia tua dan setiap orang akan mengalaminya pada saat tertentu pada usia tua mereka. Anda dapat menganggap katarak sama dengan rambut yg berubah menjadi putih seiring bertambahnya usia yang merupakan perubahan alami seiring bertambahnya usia. Rata-rata usia orang pertama kali mendapatkan katarak adalah sekitar usia 70 tahun dan 80 tahun, Anda dijamin akan memiliki katarak! Ini sama dengan Anda tidak mungkin menemukan orang berusia 80 tahun tanpa rambut putih, begitupun anda tidak akan menemukan orang berusia 80 tahun tanpa menderita katarak.
Orang yang menderita diabetes tipe 2 (jenis yang akan berkembang di kemudian hari) sering mengalami gejala-bebas, yang berarti mereka sering tidak tahu bahwa mereka menderita diabetes. Jenis diabetes ini biasanya dapat diketahui dengan tes mata, karena dapat dilihat sebagai perdarahan kecil dari pembuluh darah yang bocor di belakang mata Anda. Hal ini tentu merupakan alasan yang baik untuk melakukan tes mata secara rutin
Fungsi mata Anda adalah untuk mengumpulkan semua informasi yang diperlukan tentang obyek yang ingin anda lihat. Informasi ini kemudian akan diteruskan dari mata Anda ke otak melalui saraf optik. Ini adalah otak (korteks visual) dimana semua informasi ini dianalisis untuk memungkinkan Anda untuk ‘melihat’ benda-benda dalam bentuk jadi nya. Ini bukan untuk mengatakan bahwa mata anda tidak memainkan peran penting karena tentu saja mereka mempunyai peran yg penting.
Pada Penglihatan Anda, Kondisi mata tertentu seperti glaukoma dan kondisi kesehatan tertentu seperti mengalami serangan stroke, dapat mengembangkan blindspot dalam penglihatan Anda. Ini bisa sangat melemahkan jika bukan karena otak dan kemampuan Anda untuk beradaptasi untuk membuat blindspot ini menghilang. Hal ini dilakukan dengan menekan blind spot pada mata yg mengalami gangguan dan membiarkan mata lainnya yg sehat untuk “mengisi kekosongan” yg tercipta oleh mata yg mengalami gangguan.
Ketika orang mendengar frase penglihatan 20:20* mereka menganggap bahwa ini adalah ukuran penglihatan yg terbaik. Namun hal ini tidak benar bahwa penglihatan 20:20 merujuk pada apa yang rata-rata orang dewasa bisa lihat. Jika Anda membayangkan grafik uji khas mata, penglihatan 20:20 mungkin hanya merupakan garis kedua dari bawah. Garis bawah ini bahkan lebih rendah dari penglihatan 20:20 dan ini berarti Anda mungkin memiliki memiliki penglihatan 20:16. Jadi jangan terlalu terkesan ketika seseorang memberitahu Anda bahwa mereka memiliki penglihatan 20:20!
Mungkin terdengar gila, tapi ini adalah salah satu fakta aneh tentang mata Anda. air mata Anda terdiri dari 3 komponen yang berbeda yaitu air, lendir dan lemak. Jika ketiga komponen ini tidak persis dalam jumlah yang tepat, maka mata Anda bisa menjadi kering. Otak Anda menanggapi kekeringan itu dengan memproduksi air ekstra.
6 Cara Unik Untuk Meningkatkan Daya Ingat
Kita semua pasti sering mengalaminya, ketika Anda pergi ke supermarket dan tiba-tiba lupa apa yang seharusnya dibeli. Tidak bisa mengingat nama teman kantor suami Anda, atau lupa di mana menaruh kunci mobil.Kejadian-kejadian seperti itu sangatlah normal, apalagi ketika Anda sedang banyak pikiran. Walaupun begitu, sebuah penelitian menunjukkan bahwa kondisi yang sering disebut dengan pikun ini, ternyata bisa terus memburuk seiring dengan bertambahnya usia. Bahkan bisa jadi gejala-gejala awal alzheimer atau dimentia.
Jika gangguan ingatan sudah mulai menyulitkan hidup Anda, maka perlu dilakukan tindakan yang bisa meminimalisir sifat lupa itu. Berikut ini beberapa langkah mudah yang bisa Anda lakukan untuk menjaga atau meningkatkan daya ingat, seperti dikutip dari Health.
1. Sarapan Roti Panggang
Sebuah penelitian di Tuft University menemukan bahwa mereka yang tidak mengonsumsi karbohidrat di pagi hari memiliki daya ingat yang buruk. Sel otak Anda membutuhkan karbohidrat untuk berfungsi secara optimal. Roti gandum panggang mengandung karbohidrat kompleks yang baik untuk diet dan otak Anda.
2. Olahraga Pagi Sebelum Bekerja
Menurut Sandra Aamodt, PhD, penulis “Welcome to Your Brain”, olahraga meningkatkan peredaran darah ke otak dan menyuplai lebih banyak oksigen serta glukosa yang sangat dibutuhkan sebagai bahan bakar. Berdasarkan penilitian di Journal Neurobiology of Learning and Memory, Anda dapat mempelajari kosakata baru 20% lebih cepat setelah berolahraga. Disarankan untuk mengambil kelas aerobik atau kickboxing, agar Anda dapat melatih memori dengan menghafalkan gerakan yang diberikan oleh instruktur.
3. Ganti Font Tulisan
Apakah Anda biasanya menggunakan font Times New Roman? Cobalah mengganti font tulisan Anda. Memfokuskan otak terhadap jenis font tulisan yang berbeda dapat meningkatkan kinerja otak. Mengubah font tulisan dari Times New Roman menjadi Comic Sans Italicized dapat melatih otak untuk lebih berkonsentrasi.
4. Browsing Ketika Jam Makan Siang
Sebuah studi di University of California menunjukkan, menghabiskan waktu selama satu jam sehari di internet dan browsing mengenai hal yang Anda sukai dapat menstimulasi bagian frontal lobe otak, yang menyimpan memori jangka pendek. Sirkuit syaraf akan lebih terangsang ketika Anda melakukan pengambilan keputusan sambil mengasah kemampuan verbal dan visual-spasial anda.
5. Perhatikan Tempat Parkir Mobil Anda
Selalu lupa di mana Anda memarkir mobil? Cobalah cara ini untuk mengatasinya. Begitu keluar dari mobil, lihatlah ke sekeliling tempat parkir Anda, lalu gerakkan mata Anda ke kiri dan kanan setiap satu atau dua detik selama 30 detik. Latihan visual ini dapat meningkatkan memori jangka panjang Anda hingga 10%.
6. Gunakan Dental Floss Sebelum Tidur
Menggunakan dental floss secara teratur dapat menjaga kesehatan gigi dan mulut, begitu pula dengan daya ingat. Apabila Anda tidak menggunakan dental floss, dapat terjadi pembengkakan di gusi dan meningkatkan risiko masuknya bakteri jahat ke aliran darah. Ketika sudah berada di dalam aliran darah, bakteri dapat menyebabkan radang di bagian tubuh termasuk otak. Gunakanlah dental floss dua kali sehari untuk mencegah hal tersebut.
sumber: http://aksesdunia.com/2011/11/09/6-cara-unik-untuk-meningkatkan-daya-ingat/#ixzz1mXE7EKcI
aksesdunia.com
Sejarah VB.NET
Setahun kemudian Microsoft meluncurkan "Visual Basic .Net 2003" atau bisa disebut VB 7.1 pada bulan maret 2003. Hal ini dikarenakan pada VB.Net sebelumnya kurang disambut oleh programmer yang disebabkan runtime memory yang terlalu besar dibanding VB 6.0. Pada versi ini VB .Net 2003 sudah berjalan pada Microsoft .Net framework 1.1, kemudian fitur yang ditambahkan pada versi ini adalah dukungan terhadap .NET Compact Framework dan mesin wizard upgrade VB6 ke VB.NET yang telah ditingkatkan.
Setelah selang dua tahun VB .Net 2003 sukses dipasaran, programmer kembali dimanjakan oleh Microsoft dengan dirilisnya "Visual Basic 2005" (dengan menghilangkan ".net") atau bisa disebut VB 8.0 pada tahun 2005. Versi ini dikeluarkan karena Microsoft pada waktu ini sangat memfokuskan pada pembuatan Microsoft .Net Framework 2.0, dan setalah proyek ini selesai meka VB 2005 pun di luncurkan kepasaran dengan berjalan pada Microsoft .Net Framework 2.0. Microsoft menambahkan beberapa fitur baru, pada versi ini, yaitu:
- Edit and Continue
Fitur ini sebelumnya terdapat di dalam Visual Basic, akan tetapi dihapus di dalam Visual Basic .NET. Dengan keberadaan fitur ini, para programmer dapat memodifikasi kode pada saat program dieksekusi dan melanjutkan proses eksekusi dengan kode yang telah dimodifikasi tersebut. - Evaluasi ekspresi pada saat waktu desain
- Munculnya Pseudo-Namespace "My", yang menyediakan:
- Akses yang mudah terhadap beberapa area tertentu dari dalam .NET Framework yang tanpanya membutuhkan kode yang sangat signifikan.
- Kelas-kelas yang dibuat secara dinamis (khususnya My.Forms).
- Peningkatan yang dilakukan terhadap konverter kode sumber dari Visual Basic ke Visual Basic .NET.
- Penggunaan kata kunci (keyword) Using, yang menyederhanakan penggunaan objek-objek yang membutuhkan pola Dispose untuk membebaskan sumber daya yang sudah tidak terpakai.
- Just My Code, yang menyembunyikan kode reusable yang ditulis oleh alat bantu Integrated Development Environment (IDE) Visual Studio .NET.
- Pengikatan sumber data (Data Source binding), yang mampu mempermudah pengembangan aplikasi basis data berbasis klien/server.
- Operator If berubah menjadi operator ternary (membutuhkan tiga operand), dengan sintaksis If (boolean, nilai, nilai). Ini dimaksudkan untuk mengganti fungsi IIF.
- Dukungan anonymous types
- Dukungan terhadap Language Integrated Query (LINQ)
- Dukungan terhadap ekspresi Lambda
- Dukungan terhadap literal XML
- Dukungan terhadap inferensi tipe data.
5 Tips Untuk Membuat Hidup Anda Lebih Teratur
Ruangan Anda akan semakin menumpuk dengan kertas-kertas tugas rutin, debu-debu PC atau Meja Anda bertambah banyak. Dampak terburuk adalah pengaruhnya pada diri Anda sendiri. Anda akan merasa dikejar-kejar oleh banyak beban dan kerjaan dengan melihat kertas-kertas yang menumpuk diatas meja.
Luangkanlah Waktu Anda setidaknya 30 menit setiap hari untuk mengatur diri Anda sendiri!
Bukankah menyenangkan apabila Anda kerja dalam keadaan rapi? dalam arti kata semua terorganisasi dan terencana dengan baik. Terkadang suatu hal-hal yang kecil, jika dianggap remeh akan berdampak buruk terhadap diri Anda.
Jika Anda memiliki banyak pernak-pernik yang memang Anda rasa masih butuh, maka usahakan bagaimanapun agar meja Anda tetap kosong dengan cara mengumpulkan keseluruhan pernak-pernik Anda kedalam jarak yang teratur.
#2 Jangan tumpuk pekerjaan Anda (sistem kebut semalam)
Fokus adalah kuncinya, fokus kepada tugas yang lebih prioritas dan selesaikanlah terlebih dahulu. Jika pada suatu saat Anda bosan dengan pekerjaan prioritas tersebut, maka beralihlah ke pekerjaan yang lebih ringan dan membutuhkan waktu yang tidak lama menyelesaikannya. Kemudian istirahat sebentar (15 menit) dan lanjutkan kembali tugas prioritas Anda.
Set Target sangat penting untuk diperhatikan, tanpa target yang akan dicapai maka yang paling sering dilakukan oleh orang yang tidak punya target adalah dengan menunda-nunda pekerjaan yang dilakukan.
#3 Hidup Teratur
Apakah Anda makan 3 kali sehari? Apakah jam makan Anda teratur setiap harinya? Apakah Anda suka bergadang tidur kemaleman mengejar deadline? Apakah Anda suka telat bangun pagi?
Terkadang hal-hal tersebut mempengaruhi pola pemikiran kita dan disiplin diri. Sukses dalam bisnis sangat dipengaruhi oleh kedisiplinan diri. Hal itu didapat dari kebiasaan hidup kita sehari-hari.
#4 Tentukan Tujuan Anda
Arah tindakan Anda sehari-hari dipengaruhi oleh tujuan yang sudah Anda simpan kedalam pikiran Anda. Terkadang jika pikiran kita kacau, maka otomatis kita akan selalu berlari-lari dari tujuan awal dan ke tujuan berikutnya dan tidak mencapai apapun juga pada akhirnya. Berarti Anda pada saat itu belum memiliki tujuan hidup yang pasti!
Jika kita sudah menentukan tujuan kita untuk Membangun Situs Periklanan yang Sukses (contoh) maka selesaikanlah akhir tujuan Anda! Jangan setengah-setengah!
Jika tujuan Anda sudah tercapai, barulah Anda memulai tujuan baru lagi. Hal ini juga bertujuan membantu Anda agar tetap persisten dan menjaga komitmen Anda dalam melakukan sesuatu hal.
#5 Take Action!
Jika cuma ngomong doank.. percuma! Jadi apa yang akan Anda kerjakan, ya.. dikerjakan. Jika Anda berpikir bahwa yang akan Anda kerjakan itu adalah benar. Maka segeralah Take Action!
5 cara diatas adalah cara paling singkat dan paling berarti buat saya sendiri. Karena intinya adalah Melatih Kita agar Membuat Kebiasaan Merapikan Diri Kita Sendiri.
Friday, 20 April 2012
6 Asal Usul dari Tanda Baca
2. Tanda Seru
Seperti tanda tanya, awalnya juga dimulai dengan menumpuk huruf. Tanda ini berasal dari kata dalam bahasa Latin "io" yang berarti "seruan kegembiraan". ketika huruf i ditulis di atas huruf o, lama-lama dipersingkat seperti tanda seru kita sekarang ini.
3. Tanda Sama Dengan
Ditemukan oleh ahli matematika Inggris Robert Recorde pada 1557, dengan pemikiran seperti ini (dalam bahasa Inggris kuno) "I will settle as I doe often in woorke use, a paire of paralleles, or Gmowe [i.e., twin] lines of one length, thus : , bicause noe 2 thynges, can be more equalle." atau terjemahannya: "Aku akan menggunakan tanda ini seperti biasanya, sepasang garis sejajar, atau kembar dengan panjang yang sama, karena tidak ada dua hal lagi yang bisa lebih sama dengan dua garis sejajar ini." Tanda sama dengan asli temuan Robert setidaknya 5 kali lebih panjang dari yang kita kenal sekarang.
4. Ampersand
Simbol ini adalah bentuk stilir dari "et" dalam bahasa Latin yang berarti "Dan." Tanda ini ditemukan oleh Marcus Tullius Tiro, seorang penulis dari abad pertama di Roma. Nama Ampersand baru diberikan setelah 17 abad kemudian. Pada awal 1800-an, murid sekolah belajar simbol ini sebagai huruf ke 27 setelah Z, tapi masih tanpa mana. Jadi di awal 1800-an ini mereka belaar ABC dengan "and per se, and" yang berarti "&" dan kemudian karena saking cepatnya dibaca, akhirnya menjadi "ampersand".
5. Octothorp
Nama aneh untuk tanda penomoran ini datang dari kata "Thorpe", kata dalam bahasa Normandia Kuno untuk desa atau tanah pertanian yang sering ditemui dalam bahasa Inggris untuk nama tempat. AWalnya digunakan untuk pembuatan peta, yang berarti desa yang di kelilingi delapan pertanian. Karena delapan (octa) dan pertanian (thorpe), maka muncul nama ini, Octothorp.
6. Tanda Dollar
Pemerintah Amerika baru menerbitkan uang mereka sendiri pada 1794, dan pada waktu itu masih menggunakan mata uang dunia lama - peso - atau Dollar Spanyol. Koin 1 Dollar Amerika pertama persis sekali seperti uang Peso Spanyol, baik berat maupun nilainya, jadi mereka mengambil singkatan yang sama: Ps. Makin lama perkembangannya, huruf P ditulis menimpa S, dan kemudian mulai lingkaran di atas P tadi dibuang, jadi hanya huruf S yang ditimpa dengan garis vertikal.
Thursday, 19 April 2012
Panduan Organisasi Pengaruh Prilaku Individu Terhadap Efektifitas Organisasi
A. Pendahuluan
Manusia sebagai makhluk berakal merupakan makhluk yang mendapat kedudukan tertinggi. Oleh karena itu, manusia selalu menjadi motor penggerak dalam setiap kegiatan yang ada, baik itu kegiatan untuk manusia itu sendiri sebagai individu maupun manusia sebagai makhluk sosial, bahkan pada hakikat tertinggi adalah menyadari manusia sebagai makhluk Tuhan.
Dalam ilmu manajemen disebutkan bahwa manusia termasuk ke dalam salah satu aset sumber daya, yaitu sumber daya manusia. Sumber daya manusia memberikan cetusan kreatif di setiap organisasi. Kreativitas manusia itulah yang nantinya akan membawa dampak pada kemajuan atau kemunduran dari organisasi dilihat dari bagaimana manusia sebagai sumber daya tersebut mengolahnya.
Orang-orang merancang dan menghasilkan barang-barang dan jasa-jasa, mengendalikan mutu, memasarkan produk-produk, mengalokasikan sumberdaya finansial, dan menetapkan keseluruhan strategi dan tujuan organisasi. Tanpa orang-orang yang efektif nampaknya sangat sulit bagi organisasi tersebut meraih tujuan-tujuannya. Tidak satupun sumberdaya yang mempunyai pengaruh yang sangat kuat terhadap organisasi selain sumber daya manusia.
Sebagai salah satu sumber daya, manusia yang notebene mempunyai perilaku, akan mempengaruhi perilaku dalam organisasi tersebut. Perilaku manusia tersebut tak lepas dari bagaimana manusia tersebut mengatur dirinya sendiri sehingga dapat memberikan kontribusi kepada organisasi atau perusahaan tempat dia beraktivitas.
B. Permasalahan
Manusia dalam dimensinya sebagai motor dalam sebuah organisasi mempunyai peran yang sangat signifikan. Dengan demikian seberapa besar pengaruh dimensi manusia terhadap efektivitas organisasi tersebut.
C. Tujuan Penulisan
Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh dimensi manusia terhadap efektivitas organisasi tersebut.
D. Sistematika
Makalah ini disusun dengan sistematika sebagai berikut: A. Pendahuluan, B. Permasalahan, c. Tujuan Penulisan, D. Sistematika, E. Dimensi Manusia, F. Efektivitas, G. Perilaku, H. Perilaku Individu yang mendukung Efektivitas Organisasi, I. Kesimpulan
E. Dimensi Manusia
Schein mengidentifikasikan empat tipe asumsi menejemen terhadapa karyawannya:
1. Manusia Rasional-Ekonomis : Asumsi model ini adalah bahwa orang mengevaluasi pelbagai tindakan dan memilih yang potensial memberikan manfaat maksimal.
2. Manusia Sosial : Karyawan termotivasi pada kebutuhan sosial melalui hubungan dengan orang lain.
3. Manusia yang mengaktualkan diri : Manusia memotivasi dan mengontrol diri untuk mendorong mereka bekerja.
4. Manusia Kompleks : Manusia bersifat kompleks dan selalu berubah. Karyawan bisa saja mengadopsi motif baru berkat pengalaman mereka.
Dengan demikian bahwa manusia dapat digolongkan ke dalam berbagai asumsi sesuai dengan kebutuhan manusia itu sendiri. Bagi para ahli yang mendukung teori-teori tentang manusia dan peranannya dalam setiap kegitan keorganisasian ataupun kegitan bekerja lainnya, bahwa manusia selalu berada dalam tahapan-tahapan untuk mencari tempat yang sesuai dengan motivasi dan kebutuhannya sendiri.
F. EFEKTIVITAS
Keefektifan adalah penilaian yang dibuat secara individu sehubungan dengan prestasi individu, kelopok, dan organisasi. Makin tinggi prestasi terhadap prestasi yang diharapkan, maka makin lebih efektif kita menilai mereka.
Keefektifan terdiri dari tiga perspektif:
1. Keefektifan individual ; Perspektif ini menekankan pelaksanaan tugas dari pekerja atau organisasi.
2. Keefektifan kelompok ; Perspektif ini adalah jumlah sumbangan dari anggotanya.
3. Keefektifan organisasi; Perspektif keefektifan organisasi adalah keefektifan individu dan kelompok.
Hubungan ketiga keefektifan tersebut bahwa keefektifan kelompok tergantung pada keefektifan individu, dan keefektifan organisasi tergantung pada keefektifan kelompok.
Kriteria keefektifan meliputi:
1. Produksi
2. Efisiensi
3. Kepuasan
4. Keadaptasian
5. Pengembangan
G. PERILAKU
Perilaku organisasi adalah penelaahan tentang individu dan kelompok dalam organisasi. Sebuah organisasi juga mempunyai perilaku yang sama dengan perilaku manusia.
Perilaku berhubungan dengan kepribadian dan sikap. Perilaku yang baik akan menentukan keprbadian dan sikap yang baik pula. Perilaku individu adalah perilaku yang dimiliki oleh setiap orang. Perilaku seseorang dengan orang lain berbeda – beda. Perbedaan ini menentukan keunikan individu tersebut, sehingga juga berpengaruh pada keunikan yang terdapat dalam organisasi. Seorang manajer harus paham betul akan keunikan para pegawainya.
Dalam aliran perilaku memandang bahwa organisasi terdiri dari tugas – tugas dan manusia. Adanya peranan anggota dalam kelompok sebagai faktor yang menentukan terbentuknya perilaku organisasi. Kebiasaan dan norma kelompok membentuk perilaku dan mempengaruhi tingkat produktivitasnya.
H. PERILAKU INDIVIDU YANG MENDUKUNG EFEKTIVITAS ORGANISASI
Perilaku individu akan memotivasi seseorang untuk memenuhi tingkaat kebutuhan individu yang tertinggi, yaitu kebutuhan akan perwujudan diri. Kebutuhan ini untuk memenuhi kebutuhan diri sendiri dengan memaksimumkan pemanfaatan kemampuan, keahlian, dan potensi seseorang secara penuh. Akan tetapi, sebuah organisasi tidak dapat melepaskan begitu saja dari kebutuhan dasar manusia.
Proses untuk memenuhi kebutuhan perwujudan diri dilakukan dengan mengefektifkan kinerja sehingga tercapai sebuah prestasi yang tinggi.
Apabila seorang karyawan dapat memotivasi dirinya untuk memaksimalkan potensi tersebut dan merancang strategi untuk mencapai efektivitas kinerja secara pribadi, tentunya dia akan mengefektivitaskan kelompok dan mengarah kepada efektivitas organisasi.
Sebuah organisasi besar yang dapat dikatakan sukses dalam menjalankan sebuah proses produksi dan jasa, tentunya tidak lepas dari kepiawaian dari manajer atau pimpinan puncak yang mendesain organisasi tersebut ke arah sebuah keefektifan kinerja denga mempertimbangkan unsur – unsur dan potensi- potensi yang dimiliki oleh individu – individu tersebut.
I. KESIMPULAN
Manusia dimanapun selalu mendapat kedudukan tertinggi di setiap lini kehidupannya. Demikian pula dalam keorganisasian dan bekerja. Oleh karena itu, manuisa selalu menjadi motor penggerak dalam setiap usaha pemenuhan kebutuhan baik yang sangat dasar sampai pada tingkat tertinggi yaitu aktualisasi diri. Dalam kaitannya dengan peran manusia dalam bekerja dan berkumpul dengan orang lain, manusia membutuhkan efektivitas dalam kinerjanya dengan mengedepankan perilakunya dalam organisasi tersebut.
Maka dapat dikatakan bahwa manusia yang efektif adalah manusia yang memberikan kontribusi keefektifan dalam organisasinya.
Wednesday, 11 April 2012
Belajar Menggunakan Bahasa Batak Toba
Bahasa Batak Toba hingga kini masih merupakan alat komunikasi sehari-hari antar warga masyarakat penuturnya. Orang Batak Toba akan lebih mantap menyampaikan perasaan hatinya jika menggunakan bahasa Batak, entah itu ditujukan kepada diri sendiri atau kepada orang lain.
Dalam dialognya, mereka sering tidak menyadari kalau banyak sekali ungkapan-ungkapan yang disampaikan itu merupakan partikel fatis. Selain untuk menyatakan perasaan penuturnya, ungkapan-ungkapan fatis ini juga dipakai untuk menjalin hubungan antarpenutur dan lawan tuturnya. Jalinan komunikasi tersebut dapat berupa ucapan salam, mengakrabkan hubungan, dan dapat sebagai basa-basi pergaulan
Di samping itu, sebagai alat komunikasi verbal, ungkapan fatis pada dasarnya lebih merupakan sebuah ekpresi kemaknaan yang hadir dalam bahasa lisan. Artinya, makna sebuah ungkapan fatis dapat dipahami secara tepat jika ungkapan fatis tersebut disampaikan secara lisan, bukan dituliskan. Dalam fungsinya sebagai alat komunikasi fatis sangat dominan digunakan.
A. Partikel ai
Partikel ai digunakan pada awal ujaran. Partikel ini.
1) mengungkapkan keragu-raguan atau ketidakpastian terhadap apa yang diungkapkan
oleh kawan bicara atau yang tersebut dalam kalimat sebelumnya, misalnya
“Ai so binoto sipata pangalaho ni begu, rajanami! ” ninna datu i mangalusi,
‘Kadang-kadang kita tidak mengerti sih sifat setan, tuan raja!’ ujar dukun itu menjawab
“Ai adong do sipata boru ni raja, na so pola mamereng hamoraon!”
‘Kadang-kadang ada juga kok putri raja yang tidak memandang kepada kekayaan’
“Ai hea do tarsonggot iba mamereng dongan jolma”
‘ Ah masak terkejut sih melihat sesama manusia’
Pembuka kalimat tanya Contoh:
a. “Ai laho tu dia hamu ?
‘Kemana sih, Pak?’
b. “Ai aha do Hasian?”
‘Ada apa sih, Sayang?’
c. “Ai apala aha huroha Lae na ringkot silangkahononmu tu Barus”
‘Ada apa sih Lae, kok penting sekali harus ke Barus?’
d. “Ai boasa songon na tarsonggot hamu Lae?”
‘Mengapa kok seperti terkejut Lae?’
Pengganti kata tanya dalam bentuk hormat
misalnya,
a. “Ai boru aha do hamu Inang ? “
‘ Marga apa sih Ibu?’
b. “Ai na boha do huroha anakta i ?, ninna amanta Siahaan i manulingkiti asa tung
takkas aha na di bagasan roha ni inanta”
” Kenapa sih rupanya anak kita itu Ibu?, tanya Pak Siahaan untuk memperjelas apa
yang ada di hati ibu itu’.
c. “Ai apala aha huroha, Lae, na ringkot silangkahononmu tu Barus?”
‘Ada apa sih gerangan yang sangat penting yang hendak Lae jalani ke Barus?’
“Ai mempunyai makna “sebab” dan ‘karena”, misalnya,
a. “… ai au pe Inang na ditonahon anakta do umbahen borhat au manjumpangi ibana asa dohot ninna au mandohoti asara wisudana i”.
‘… aku juga karena dipesan anak kita kok berangkat untuk menemui dia supaya turut menghadiri acara wisudanya’.
b. “Alai nang pe sangon i, ndang dung dope adong pangisi ni Lobu Sotartaban na mate dibahen babiat; ai tuk do tutu panganonna di tombak i, i ma angka aili, ursa dohot angka na asing i”
‘Namun walaupun demikian, belum pernah ada satu orang pun penghuni Lobu Sotartaban itu yang mati oleh harimau, karena, makanannya cukup banyak kok tersedia di hutan itu, yaitu babi hutan, rusa dan yang lainnya’
======================================================================
B. Partikel E
Partikel E ini digunakan pada awal dan tengah ujaran.
untuk menarik perhatian
a. Supaya dapat menerima kenyataan, misalnya,
“E borunghu, ba dia ma sidokhonon nunga songon i partubuan ni daging dibahen Ompunta Mula Jadi Na Bolon sitaonon di”
‘Yah, begitulah putriku, kita tidak dapat melawan takdir yang sudah ditetapkan oleh
Ompu Mula Jadi Nabolon, kita harus menerimanya’.
“E, ima da, Anggia”
‘Yah, begitulah Dek’
b. supaya tidak dipaksa untuk melakukan sesuatu, misalnya,
“E, boru Tumbaga borungku, sai dijujui ho ahu, ito, tu pangolian nunga tangkas songon na binerengmu, ia uban nunga saksak di simanjunjung, pamerengan nunga lam tu hurangna, boru ni ise be, ito, na olo tu ahu, nunga roha nama disi”
‘Yah, putriku Tumbaga, putriku, kamu selalu mengingatkanku, ayahmu, untuk menikah lagi padahal sudah jelas kamu lihat rambut di kepalaku sudah semua menjadi uban, penglihatanku pun sudah berkurang, Putri siapa lagi sih yang mau kepadaku, yah sudah deh biarkan saja begitu’
c. mengingatkan karena ada sesuatu hal yang aneh, misalnya,
‘Mabiar, mabiar? E, songon na adong do tarbereng ahu disi opat matana bollangbollang, ganjang-ganjang, obukna”
‘Takut, takut, yah, sepertinya di situ terlihatku ada empat mata yang melototlotot, rambutnya panjang-panjang’
d. supaya dikasihani, misalnya,
“E, da rajanami tung asi nirohamu ma, rajanami, mamereng hami na dua”
‘Yah tuan raja, kami hanya memohon belas kasihan raja pada kami berdua’
Untuk memanggil seseorang hendak
a. mengingatkan supaya tahu bersopan santun
“E Damang, pintor naeng lintun do hamu, ia tung hata mauliate nian ndang dokhononmu tu hami”
‘Eh Pak, kok langsung mau pulang saja, sebaiknya berpamitan dan berterima kasih dulu dong pada kami’.
b. menanyakan perihal sesuatu karena tidak puas,
“E, lapo aha do on?,”
‘Hei, warung apa sih ini?’
c. menanyakan sesuatu dalam rangka menyelidik,
“E, parlapo jot jot du ro tu lapoon parjuji ?”
‘Hei, pemilik warung, sering enggak sih pejudi-pejudi datang ke warung ini?’
Untuk mengingatkan,
a. supaya insaf atau sadar,
“E da rajanami, tung na mora pe rajanami, anggo so adong hape anakna tung so adong do lapatan ni hamoraon i, rajanami”.
‘Yah, tuan raja ternyata biar pun orang kaya, kalau tidak memiliki anak, tetap juga kok kekayaan itu tidak berarti apa-apa’.
b. tentang sesuatu yang tidak dapat disesali lagi karena sudah berlalu,
“E… Inang, gabe asido rohani / si Takkas marnida Inana namatua i naso adong sikkolana na i”.
‘Aduhai Bunda’, hati Takkas menjadi terenyuh melihat ibunya yang sudah lanjut usia dan tidak berpendidikan itu’.
c. yang berupa ancaman,
“E, hatami na dirimpu ho do siseat lomok-lomok piso on, huboan pe piso on na laho manjungkit mata ni jolma do dohot mamuntarhon butuha ni jolma asa botoonmu”.
‘Heh, ucapanmu itu, emang kamu pikir pisau ini untuk memotong anak babi, pisau ini kubawa untuk mencongkel mata manusia kok dan juga untuk mengeluarkan isi perutnya, supaya kamu tahu’.
d. dalam bentuk teguran,
“E, babami lak so di boto ho do manghatai”.
‘Eh, mulutmu kok kamu tidak tahu bicara sih’.
C. Partikel Da
Partikel da digunakan untuk
menggantikan kata tanya, misalnya
a. “Sian do ho da, anak ni Namboru?”
‘Dari mana sih pariban?’
b. “Da, ho do boru sihahaan ni aman ta”.
‘Bukankah kamu putri pertama dari Bapak?’
Menyatakan ya atau begitulah, ditaruh pada akhir kalimat, misalnya
a. “Songon on ma, Among, molo ingkon lao ma hamu unang pola laosi hamu parit ni hutanan i, da”
‘Baiklah Pak, kalau Bapak harus juga berangkat sebaiknya tidak melintasi tembok kampung itu deh ya’
b. “Olo, ito, jai lao jo ahu, ito, da!”
‘Ya nak, jadi aku pergi dulu ya!’
Awalan untuk menyatakan hormat dalam istilah kekerabatan, misalnya
a. “Sabarma Damang pabulus ma roham digonggom tondinghi do ho sarimatua”
‘ Sabar deh Nanda, luruskanlah hatimu, doaku akan senantiasa menyertaimu hingga masa tuamu’.
b. “Didia do, Damang, da parsinuan, oooiii! Taonon ma hope nian Amonghu na rapar so minum, rapar so mangan, o. o. o,. taonon ma hape nian Among na marlage-lage tano on”
‘Di manakah gerangan Ayahanda, Bapak, o0o iii!, haruskah aku mengalami lapar karena tidak minum dan lapar tidak makan, harus jugakah aku mengalami bertikarkan tanah’.
c. “Angkang boru ma disungkun Dahahang annon!” ninna si Martunas Panahatan”
‘Tanya saja deh nanti pada Kanda putri, Kanda! ujar si Martunas Panahatan’
=============================================================================
D. Partikel Ma
Partikel ma digunakan untuk
Menekankan kalimat imperaktif, dan penguat sebutan dalam kalimat
a. “Borhat ma hamu”
‘Silakan berangkat’
b. “Beta ma, anggia, nanggo apala i laba ni hita na marama”
‘Marilah dek, supaya ada buktinya bahwa kita mempunyai bapak’
Menyatakan maka dalam kalimat pasif
… gabe tarhatotong ma nasida umbegesa’
‘Maka tertegunlah mereka mendengarnya’.
Menekankan maksud, misalnya
a. “Ba, tu jabu ma hamu’
‘Mari, silakan ke rumah dulu’.
b. “Songon on do, Among, di jabu ma hamu, asa lao hami tu balian da! “
‘Begini, Bapak di rumah saja deh ya, supaya kami ke sawah ya’.
Menyatakan yang akan terjadi, misalnya
a. “Tangkoon ni halak ma annon mobilmon”
‘Dicuri orang deh nanti mobilmu itu’.
b. “Haraton ni biang ma annon sipatu on anggo peak peak di duru”
‘Sepatu ini akan digigit anjing kalau terletak di luar’.
============================================================================
E. Partikel Ba
Partikel ba digunakan untuk,
Menyatakan keheranan, misalnya
a. “Ba ai ho do i Ompu Guasa, “
‘Eh, ternyata kamu rupanya Ompung Guasa!’
b. “Ba ai hatop ma hamu, Hahang, mulak! “
‘Kok, cepat sekali sih pulangnya Kak’
sebagai partikel dalam kalimat larangan, misalnya
a. ” Unang songoni ba”
‘Jangan begitu dong’.
b. “Sotung ditadinghon ho ibana ba”.
‘Awas deh jangan sampai kamu tinggalkan dia’.
Menarik perhatian, misalnya
a. “Ba boasa pola marhoi ho anak ni namboru mangalusi ahu; adong angka na maol sihataan”.
‘Wah, kok susah-susah sih menjawab pertanyaanku Pariban, adakah hal-hal yang pelik untuk dibicarakan?’.
Menyatakan sikap mengalah, misalnya
b. “Ba, na uli”.
‘ Yah, kalau begitu, baiklah’
c. “Ba, molo halak i mangalusi ba halak i ma di si, anggo ahu ndang dohot di si”
‘Ya baiklah, kalau orang itu yang menjawab ya sudah terserah mereka, kalau aku, aku tidak ikut di situ’.
Bentuk fatis horas ini dapat digunakan dalam berbagai situasi. Ucapan salam dalam pertemuan, perjumpaan, sebagai pemberkatan atau sebagai doa. Makna yang dikandungnya antara lain, kuat, tetap teguh, keras, hidup, selamat serta sejahtera, sehat, bahagia, lahir dan batin, serta dirgahayu. Penggunaannya dapat menimbulkan suasana keakraban, kedamaian dan sekaligus harapan serta ucapan selamat bagi orang yang
disapa, sambil biasanya menyalami dengan genggaman erat tangan orang yang diucapi salam, horas, misalnya
a. “Sai horas ma raja i!”
‘Semoga raja selalu selamat sejahtera!’
b. “Horas ma hita on sude! Horas!”
“Semoga kita semua selamat! Selamat!
c. “Sinur ma na pinahan Gabe ma na niula,
“Horas-horas hita sudena “
‘Berkembangbiaklah seluruh ternak peliharaan Berhasil segala pekerjaan dan selamat sejahtera kita semua.’
Ini merupakan bentuk ucapan berkat di dalam Batak Toba.
=============================================================================
Penggunaan Atik na; Atik beha; Ating tung; Atik pe
Paduan fatis atik na, atik beha, atik tung ini digunakan umumnya di tengah ujaran.
Pemakaian paduan fatis atik bervariasi dengan atek; aik; aek. Fatis atik na bermakna ‘janganjangan’ (yang mengungkapkan keragu-raguan), atik beha; atik tung ‘kalau-kalau’, atik pe ‘ walaupun’ .
1) “Laos so mulak dope ibana ndi, atik na lilu do i”.
‘Kok dia belum pulang juga, jangan-jangan dia keliru’.
2) “Mangalompa ma hamu atik beha tibu Amanta mulak sian kantor”.
‘Masak dulu deh siapa tahu Bapak cepat pulang dari kantor’.
3) “Hatop maho borhat da atik beha ro udan, sotung gabe tarhalang annon ho ro”
‘Cepat deh berangkat siapa tahu turun hujan, nanti kamu jadi terhalang datang’.
Daga! horas-ma
Paduan fatis ini digunakan pada awal ujaran, yang maknanya menyatakan keragu-raguan, keheranan, wahai, aduh, waduh. Sedangkan fungsinya untuk mengukuhkan pembicaraan, misalnya
1) “Daga songon i ma hape hata-hata na”
‘Waduh begitulah rupanya cemohannya’
2) “Daga! Horas ma, amangboru, horas”
‘Wahai! selamat deh amang boru, selamat’
I ma da tutu
Frase fatis ini digunakan pada awal atau di tengah-tengah ujaran, yang maknanya menekankan pujian sedangkan fungsinya mengukuhkan pembicaraan, misalnya
1. “Ima da tutu! ” ninna amana i; “ndang adong tutu asingna idaon anggo di rumang parduru ……..
‘Ya juga sih!’ sahut Bapak itu; ‘dari luar tampaknya sama sekali tidak ada perbedaan….’
2. “I ma da tutu, sintong do i!” ninna datu i; dung i rap mengkel ma nasida, ai na maraleale do nasida
‘Ya begitulah, benar kok itu!” ujar dukun itu; kemudian serentak mereka tertawa, karena mereka memang bersahabat’.
3. “I ma da tutu!” ninna amana i; “ndang adong tutu asing na idaon anggo di rumang pardudu, alai ganup laho mamangke hujur pusaho on ingkon jolo hundul do iba marhaombang sila, jala tiopon ma gomos, jala simanjujung dompak jolo, dais tu hujur i, ‘Yah, benar juga sih’, ujar ayahnya itu; ‘dari luar sih tidak ada sama sekali terlihat perbedaannya’, tetapi sebelum menggunakan tombak pusaka itu kita harus lebih dulu
duduk bersila sembari memegangnya kuat-kuat dan kepala bagian depan menyentuh tombak itu.
Na uli
Frase fatis ini digunakan pada awal tengah dan akhir ujaran yang maknanya menekankan pujian yang menyatakan penghargaan atau persetujuan atas ucapan orang lain, ‘baiklah!, setuju’, sedangkan fungsinya untuk mengukuhkan pembicaraan, misalnya
1. “Na uli, Among, saonnari pe, Among, laope ahu, Among, tu huta Barus mangalapi Datu Partungkot Bosi
‘Baik deh Pak, sekarang juga aku akan pergi ke kampung Barus menjemput Dukun si tongkat besi…’
2. “Ba, na uli! “
‘Ya, baiklah!’
3. “Na uli, anggia, ba, didok rohangku tapungka ma, Martangi-tangian ma hita da, rajanami! “
‘Baiklah dek, menurutku kita mula saja pembicaraan ini. Baiklah kita saling memperhatikan dan mendengarkan Tuan Raja’.
Horas ma
Frase dengan horas ma dipergunakan untuk memulai dan mengakhiri interaksi antara pembicara dan kawan bicara sesuai dengan keperluan dan situasinya, misalnya
1. “Horas ma, Among!”
‘Salam sejahtera, Bapak’
2. “Ba, horas ma! songon na hatop ma ho Ito, ro! “
‘Yah, selamat deh, kok sepertinya kamu lebih awal datangnya ito dari biasa?’
3. “Ba, horas ma, rajanami!”
‘Selamatlah, ya tuan!’
I do
Frasa fatis ini digunakan pada awal ujaran dan tengah ujaran yang maknanya menekankan pujian dan membenarkan pernyataan, fungsinya mengulang pembicaraan, misalnya
1. “I do, i do, i do sasintongna”
‘Ya begitu, begitu, begitu deh yang sebenarnya’
2. “1 do tahe, i do, i do, toho do i!”
‘Ya begitu deh, begitu, begitu itu, benar deh begitu!’
Bahen ma nian
Frasa bahen ma nian digunakan pada awal ujaran yang maknanya menekankan pujian dan berfungsi mengukuhkan pembicaraan, misalnya
1. “Bahen ma nian, datunami, sai sahat ma”
‘Yah gitu deh Datu, semoga deh tercapai’
2. “Bahen ma nian, asalma adong allangon siganup ari”
‘Ya gitu deh, pokoknya cukup untuk makan sehari-hari’
3. “Bahen ma nian, marsiajar do pe i bana, ndang diboto do pe mangalului hepeng”
‘Yah gitu deh, dia masih belajar kok, belum pintar mencari uang’
Ba mauliate da
Frasa ba mauliate da digunakan pada awal ujaran atau akhir ujaran yang maknanya menekan rasa syukur dan terima kasih, dan fungsi meneguhkan pembicaraan, misalnya
1. … “ba mauliate da, datu nami”
‘yah terima kasihlah ya, datuk’
2. … “Ba mauliate ma da, nunga huida tutu!”ninna raja i; dung i mulak ma ibana tu jabuna.
‘Yah terima kasihlah ya, aku sungguh sudah melihatnya!’ ujar raja itu; setelah itu dia kembali ke rumahnya’
3. “Ba mauliate ma da di ho, ingot ma hatangki!” ninna ina ni pidong rungkisa i.
‘Yah terima kasih deh buat kamu ya, ingatlah pesanku itu!’ ujar induk burung rungkisa itu.
I ma tutu
Frase fatis ini digunakan pada awal atau di tengah-tengah ujaran, yang maknanya menekankan pujian, membenarkan, sedangkan fungsinya mengukuhkan pembicaraan, misalnya
1. “I ma tutu, boru Datulang! ” ninna Partiang Nabulus
‘Ya begitu deh kekasihku!’ ujar Partiang Nabulus
2. “Olo Boru ni Datulang, sai songon i ma tutu? “ninna si Partiang Nabulus; dung i mijur ma ibana tu toru, laho mandapothon angka donganna.
‘Ya kekasihku, semoga deh seperti itu!’ ujar si Partiang Nabulus, kemudian ia
beranjak turun, menjumpai teman-temannya.
3. “1 ma tutu!” ninna natorop i di bagasan las ni roha.
‘Begitu deh sebenarnya!’ ujar orang banyak itu dengan sukacita
Tutu do i nian
Klausa fatis tutu do i nian ini digunakan pada awal ujaran, yang maknanya menekankan pujian, membenarkan, sedangkan fungsinya untuk mengukuhkan pembicaraan, misalnya
1. “Tutu do i nian, alai nunga tung tamba maolna!” ninna siseanna i mangalusi.
‘Benar juga itu sih, tetapi sudah semakin sulit’, sahut muridnya menjawab.
2. “Tutu do i nian, ingkon urupan do dongan, molo di bagasan parmaraan bolon, alai olat ni na tartolapta”
‘Benar juga itu sih, kita hares menolong teman yang dalam kesulitan besar, tetapi tentu yang sesuai dengan kemampuan kita’.
3. “Tutu do i nian, alai molo dung sai disosak, ise ma tutu naso mangido naumuli, na pasonangkon roha’
‘Itu benar juga, tetapi kalau terns didesak, siapa sih yang tidak meminta yang terbaik, yang menyenangkan hati’.
I do tutu
Klausa fatis ini digunakan pada awal ujaran, yang maknanya menekankan pujian, membenarkan, menegaskan kebenaran percakapan, sedangkan fungsinya untuk mengukuhkan pembicaraan, misalnya
a. “I do tutu sagodang-godang ni dosa ni amana, na so jadi baloson ni gelengna” .
‘Benar itu, sebesar-besarnya dosa orang tua, anak-anak tidak boleh membalasnya’.
b. “7 do tutu songon juhut santanggo attar i ma i nuaeng” .
‘Yah benar itu, artinya seperti “sepotong daging” kira-kira begitulah maksudnya’.
c. “I do tutu!” ninna Nai Bagas Marhusor, huhut dipahembang ma lage na imbaru.
‘Begitu kok sebenarnya!’ ujar Ibu Bagas Marhusor, sembari membentangkan tikar yang baru.
d. “I do tutu, Lae! sintong do songon i na masa i, songon na binaritahon ni laengku datu i!” ninna si Marholo.
‘Begitu kok sebenarnya, ipar! demikian sebenarnya kejadian itu, sebagaimana yang telah diberitakan oleh iparku datu itu!’ ujar si Marholo.
=============================================================================
DAFTAR PUSTAKA
Carle, Rainer, 1990. Opera Batak das Wandertheater der Toba-Batak in Nordsumatra.
Berlin: Hamburg: Dietrich Reimer Verlag.
Cruse, Alan, 2000. Meaning in Language: An Introduction to Semantics and Pragmatics.
Oxford University Press.
Homes, Janet, 1994. An Introduction to Sosiolinguistics. London: Longman. Kaswanti, Bambang, 1984. Deiksis dalam Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Keraf, Gorys, 1980. Tata Bahasa Indonesia. Ende: Nusa Indah.
Kridalaksana, Harimurti., 1985. Tata Bahasa Deskriptif Bahasa Indonesia: Sintaksis. Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.
1990. Kelas Kata dalam Bahasa Indonesia. Jakarta: Gramedia.
Leech, Geoffrey., 1993. Prinsip prinsip Pragmatik (terjemahan). Jakarta: Universitas Indonesia.
Lyons, John., 1995. Linguistics Semantics: An Introductions. New York Cambridge University Press.
Malinowski, B., 1923. “The Problem of Meaning in Primitive Language”. Inc. K. Ogden LA.
Richard, The Meaning of Meaning. London: Routledge & Kegan Paul. In Laver and Hutcheson (1972).
Moeliono, Anton M., dkk., 1992. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta: Departemen
Pendidikan dan Kebudayaan Perum Balai Pustaka.
1988. Tata Bahasa Baku Bahasa Indoněsia. Jakarta: Balai Pustaka.
Sinurat, 1984. Hujur Ni Si Bagas Marhusor. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

17:15
The King


